Arus investasi langsung untuk pembangunan data center berstandar Tier-IV di kawasan Asia Tenggara melonjak tajam sepanjang 2026. Ketersediaan energi terbarukan dan konektivitas kabel bawah laut regional menjadi faktor penentu utama lokasi proyek.
Operator telekomunikasi lokal gencar menjalin kemitraan joint venture dengan investor infrastruktur global guna mengamankan pasokan listrik dan izin lahan operasional.