Laporan intelijen ancaman siber kuartal ini mencatat lonjakan dramatis serangan rekayasa sosial berbasis generative voice cloning. Penyerang menelepon staf perbendaharaan perusahaan menggunakan suara pimpinan yang disintesis secara langsung.
Pakar keamanan mendesak korporasi untuk mewajibkan protokol verifikasi multi-kanal fisik dan penggunaan kata sandi verbal rahasia sebelum otorisasi transaksi finansial bernilai besar.